Safari Literasi DBI Kunjungi Universitas Pendidikan Ganesha Bali

Penyusunan dan Pengembangan Program FBS Tahun 2023 Diharapkan Capai Peningkatan IKU
Februari 4, 2022
Gelar “Virtual Spring Camp”, FBS Undiksha dan Ohkagakuen University Perkuat Pemahaman Budaya
Maret 15, 2022

KURUNGBUKA.com, BALI – Tim Safari Literasi Duta Baca Indonesia bersama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) hari ke-23 berada di Titik 19, Bali, Kamis (10/02).

Universitas Pendidikan Ganesha, Fakultas Bahasa dan Seni, Jurusan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah bekerjasama dengan PT. Pegadaian (PERSERO) CP Singaraja menggelar kegiatan Seminar Literasi, Pelatihan Menulis, Pariwisata Sastra, dan Talkshow. Kegiatan ini dirajut dengan judul; Safari Literasi “Membaca itu Sehat, Menulis itu Hebat” mulai hari Kamis hingga Sabtu, 10-12 Februari 2022.

Gol A Gong, Duta Baca Indonesia 2021-2025 menjelaskan bahwa peran mahasiswa sebagai agen perubahan harus mau mengimplementasikan ilmu yang didapat dari kampus kepada masyarakat.

“Kita harus malu dengan agen gas elpiji. Ketika ada masyarakat yang bertanya gas elpiji, pasti selalu ada stok. Jika ada yang bertanya tentang agen perubahan, bagaimana? Itu sebagai analogi saja. Nah, sekarang mahasiswa harus menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, salah satunya pengabdian masyarakat,” ujarnya saat memberi sambutan.

Selain itu, Mas Gong, sapaan akrabnya mengutarakan bahwa alumni mahasiswa Jurusan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah, harusnya menghasilkan buku tiap tahunnya. Mahasiswa harus jadi garda terdepan untuk membangun Indonesia yang lebih baik lagi di masa depan, khususnya bidang literasi.

“Kita harus hilangkan pandangan orang-orang bahwa Negara Indonesia memiliki minat baca yang rendah. Sekarang pertanyaannya ada dua; anggaran yang tidak ada atau penulisnya tidak ada? Nah, sekarang mari menulis,” ajaknya.

Dr. I Wayan Artika, Ketua Jurusan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah menanggapi bahwa para mahasiswanya sudah banyak menerbitkan buku tapi buku ilmiyah. Sedangkan buku sastra memang masih jarang.

“Ada beberapa buku sastra karya mahasiswa. Itu pun dari hasil ajang perlombaan. Seperti cerpen atau puisi yang dibuatkan antologi bersama. Oleh sebab itu, saya menginisiasi kepada mahasiswa untuk kreatif dan inovatif dalam berkarya. Salah satu caranya yang sedang dilakukan yaitu menulis tentang catatan covid-19. Bukunya segera terbit,” responnya. (fik)