Kolaborasi FBS Undiksha–Iwate University Dorong Implementasi SDGs: Dari Aksi Iklim hingga Kemitraan Global Berbasis Budaya

Dari Aren hingga Sekolah Adat, FBS Undiksha Gali Potensi Desa Pedawa

Maret 16, 2026

BEM FBS Undiksha 2026/2027 Mulai Arah Baru: Kepemimpinan Berprestasi, Integritas sebagai Fondasi

April 1, 2026

Dari Aren hingga Sekolah Adat, FBS Undiksha Gali Potensi Desa Pedawa

Maret 16, 2026

BEM FBS Undiksha 2026/2027 Mulai Arah Baru: Kepemimpinan Berprestasi, Integritas sebagai Fondasi

April 1, 2026

Singaraja—Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) menegaskan komitmennya terhadap implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) melalui kolaborasi internasional bersama Iwate University, Jepang. Program yang berlangsung pada 26 Maret hingga 1 April 2026 ini tidak hanya menjadi kelanjutan kerja sama akademik, tetapi juga manifestasi konkret kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab agenda global.

Kolaborasi ini secara eksplisit mengintegrasikan beberapa pilar utama SDGs, terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Hal ini tercermin dari desain kegiatan yang menggabungkan pembelajaran lintas budaya dengan aksi nyata pelestarian lingkungan.

Salah satu capaian utama adalah aksi penanaman 1.000 pohon di kawasan Hutan Mertajati, Danau Tamblingan. Kegiatan ini bukan sekadar simbolik, tetapi merupakan bentuk intervensi ekologis yang berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim sekaligus membangun kesadaran ekologis mahasiswa sebagai bagian dari warga global. Dalam kerangka SDGs, aktivitas ini menegaskan peran pendidikan tinggi sebagai aktor penting dalam mendorong climate action berbasis edukasi dan partisipasi generasi muda.

Di sisi lain, penguatan SDG 4 dan SDG 17 diwujudkan melalui interaksi akademik dan pertukaran budaya yang intens. Mahasiswa dari kedua institusi tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga mengonstruksi pemahaman lintas budaya yang kritis dan reflektif. Pengalaman belajar ini diperdalam melalui praktik langsung budaya Bali, seperti penulisan aksara Bali di atas lontar, yang mempertemukan tradisi lokal dengan perspektif global.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa internasionalisasi perguruan tinggi tidak berhenti pada mobilitas akademik, tetapi berkembang menjadi platform kolaborasi transnasional yang berdampak, selaras dengan agenda SDGs. Pendekatan ini juga memperkuat posisi Undiksha sebagai institusi yang mengedepankan prinsip Undiksha Berdampak, yakni menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat, lingkungan, dan peradaban global.

Keberlanjutan kolaborasi yang telah memasuki tahun ke-11 ini menjadi indikator bahwa kemitraan internasional yang dirancang secara strategis mampu menghasilkan dampak jangka panjang. FBS Undiksha tidak hanya membangun jejaring global, tetapi juga mengarahkan setiap kolaborasi pada pencapaian indikator SDGs secara terukur dan relevan.

Melalui inisiatif ini, FBS Undiksha menegaskan peran strategisnya dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran global, sensitivitas budaya, dan tanggung jawab ekologis—kompetensi kunci dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan di masa depan.