
Kolaborasi FBS Undiksha–Iwate University Dorong Implementasi SDGs: Dari Aksi Iklim hingga Kemitraan Global Berbasis Budaya
April 1, 2026
Dorong Internasionalisasi, FBS Undiksha Pererat Kemitraan dengan MCUT Taiwan
April 3, 2026Singaraja, 1 April 2026 — Pelantikan BEM Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Undiksha periode 2026/2027 tidak sekadar seremoni awal kepengurusan, tetapi penegasan arah baru organisasi mahasiswa: kepemimpinan yang berorientasi prestasi, berakar pada integritas, dan berdampak nyata.


Dekan FBS Undiksha, I Gede Nurjaya, menekankan bahwa BEM harus bergerak melampaui rutinitas program kerja. Organisasi mahasiswa, menurutnya, adalah ruang strategis untuk membentuk kapasitas kepemimpinan yang rasional, matang dalam mengelola konflik, serta konsisten menjaga nilai-nilai moral dan tanggung jawab.
“BEM tidak cukup hanya aktif, tetapi harus relevan dan berprestasi. Setiap program perlu memiliki arah yang jelas, terukur, dan memberi dampak nyata, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat,” tegasnya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi garis pijak bagi kepengurusan baru: menggeser orientasi dari sekadar aktivitas menuju capaian. Program kerja didorong tidak hanya inovatif dan kolaboratif, tetapi juga selaras dengan target institusi serta berkontribusi pada isu-isu strategis, termasuk pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Dengan komposisi 26 pengurus, BEM FBS diharapkan mampu menghadirkan pola kerja yang lebih terstruktur, adaptif terhadap dinamika, dan berorientasi hasil. Lebih dari itu, kepemimpinan mahasiswa dituntut tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga peka secara sosial dan kokoh secara integritas.
Momentum ini menandai pergeseran penting: BEM sebagai laboratorium kepemimpinan yang tidak hanya membentuk pengalaman organisasi, tetapi juga menghasilkan prestasi dan kontribusi yang terukur.




