
Dari Kurikulum hingga Laboratorium, PBSI Undiksha Jadi Tujuan Benchmarking Universitas Mulawarman
Oktober 19, 2026
Sastra Jadi Penguat Jati Diri Generasi Muda, FESTRA 2026 JBSID FBS Undiksha Hadirkan Penulis Berprestasi dalam Seminar Nasional
Oktober 21, 2026Upaya pelestarian aksara Bali terus diperkuat melalui Wimbakara Nyurat Lontar dalam Festival Bahasa dan Sastra (FESTRA) 2026 yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah (HMJ BSID), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), di Wantilan Pura Darma Kertajati, Selasa (20/10/2026). Kompetisi ini diikuti 79 peserta dari tingkat SMA/SMK se-Bali dan mahasiswa tingkat nasional.
Kegiatan diawali Tari Kembang Deeng oleh mahasiswa JBSID dan laporan Ketua Panitia, I Made Parswa. Ketua JBSID, Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum., dalam sambutannya menekankan pelestarian tradisi pernaskahan Bali serta sejarah Buleleng sebagai pusat penyalinan naskah (skriptorium) yang memperkaya khazanah manuskrip dunia.
Pembukaan turut ditandai penyerahan Piala Bergilir Rektor Undiksha dari SMA Negeri 1 Sukawati. Kompetisi berlangsung selama 90 menit dengan dewan juri Putu Suarsana, S.Pd., I Made Muliarta, S.Pd., M.Pd., dan Dr. I Wayan Juliana, S.S., M.Hum.











Pada kategori putra SMA/SMK, Juara I diraih Putu Satria Putra Kumaris (SMAN 1 Kuta Utara), Juara II I Kadek Alit Suarnata (SMAN 1 Mengwi), dan Juara III I Made Angga Bagus Pradipta (SMAN 2 Negara). Kategori putri SMA/SMK, Juara I diraih I Gusti Ayu Intan Desyawinata (SMAN 1 Mengwi), Juara II Desak Made Radha Candani (SMAN 4 Denpasar), dan Juara III Putu Kirana Apriliyana Saraswati (SMAN 4 Denpasar).
Pada kategori mahasiswa tingkat nasional, Juara I diraih Ni Komang Sukreni (STKIP Agama Hindu Amlapura), Juara II Ni Kadek Octa Pradnya Paramita (Universitas Udayana), dan Juara III Ni Made Dwindayani (Undiksha).
Festival turut menghadirkan edukasi “Lontar Dulu, Kini, dan Nanti” oleh Widya Aksara, penampilan Gus Jyothi dan Bagus Ari, serta Tari Joged oleh Tiara Gaustini.
Selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4 dan 11, kegiatan ini memperkuat literasi budaya sekaligus menjaga keberlanjutan tradisi nyurat lontar bagi generasi mendatang.




