FBS Undiksha dan PGRI Silampari Perkuat Kolaborasi Akademik untuk Pendidikan Berkelanjutan

Perkuat Sinergi Edukasi dan Kesehatan, FBS Undiksha Jalin Kerja Sama dengan Prodia Singaraja

Juli 10, 2025

Dosen FBS Undiksha Soroti Kearifan Lokal dalam Sarasehan PKB 2025: Refleksi Harmoni Semesta Raya

Juli 16, 2025

Perkuat Sinergi Edukasi dan Kesehatan, FBS Undiksha Jalin Kerja Sama dengan Prodia Singaraja

Juli 10, 2025

Dosen FBS Undiksha Soroti Kearifan Lokal dalam Sarasehan PKB 2025: Refleksi Harmoni Semesta Raya

Juli 16, 2025

Singaraja, 14 Juli 2025 – Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Undiksha menyambut kunjungan akademik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas PGRI Silampari dalam rangka penguatan kerja sama Tridarma Perguruan Tinggi. Kegiatan berlangsung di Ruang Nitisastra FBS Undiksha dan diikuti oleh 26 peserta, termasuk dua dosen pendamping dan 24 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris.

Kegiatan dibuka oleh Ketua Jurusan Bahasa Asing FBS, Dr. Ni Putu Era Marsakawati, S.Pd., M.Pd., yang menekankan pentingnya sinergi antarlembaga pendidikan untuk mendorong inovasi berkelanjutan. Sekretaris Dekan FISHUM, Syaprizal, M.Pd., juga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari FBS dan berharap kolaborasi ini terus berlanjut.

Sesi kuliah tamu mengangkat tema “Teaching StoryCraft for Teaching English to Young Learners” oleh Dr. Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd., M.Pd., yang mengajak peserta mengeksplorasi metode pembelajaran kreatif berbasis cerita untuk anak-anak. Dilanjutkan dengan forum akademik antara Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa Asing FBS Undiksha dan Himagris PGRI Silampari yang membahas “Best Practice Program” dalam pengelolaan organisasi, pengembangan soft skills, dan perencanaan kegiatan akademik.

Kolaborasi ini menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi terhadap pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kapasitas mahasiswa dan dosen, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui pengembangan jejaring institusional. Semangat kolaboratif, dialog terbuka, dan pertukaran gagasan yang terbangun menjadi fondasi penting bagi terciptanya ekosistem pembelajaran yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.