
Pokdarwis Pedawa Siap Sambut Wisatawan Jepang: FBS Undiksha Bekali Keterampilan Bahasa dan Pelayanan Wisata
Juni 9, 2026
Tingkatkan Kreativitas Guru, Tim PKM FBS Undiksha Gelar Pelatihan Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Design Thinking di SD Negeri 3 Pedawa
Juni 11, 2026Pedawa, Buleleng — Dinding Wantilan Desa Adat Pedawa kini bertransformasi menjadi ruang belajar terbuka melalui mural edukatif hasil Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Karya yang dibuat mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Rupa bersama BEM FBS ini tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga menjadi media pelestarian budaya dan penguatan identitas lokal masyarakat Bali Aga.
Di bawah pendampingan I Wayan Sudiarta, S.Pd., M.Si., sekitar 25 mahasiswa Pendidikan Seni Rupa bersama pengurus BEM FBS menyelesaikan mural selama tiga hari, mulai 26 Mei 2026. Para mahasiswa bahkan menetap di Desa Pedawa untuk menuntaskan pengerjaan karya yang kini menjadi kebanggaan masyarakat setempat.
Mural mengangkat dua tema utama, yakni cerita rakyat Pedawa dan ikonografi desa. Salah satu cerita yang divisualisasikan adalah kisah I Jaum dan I Kilap, yang memuat nilai-nilai moral, etika, norma sosial, serta pengetahuan lokal terkait mitigasi bencana, keselamatan kerja, dan ketahanan pangan. Melalui visual yang menarik, cerita yang sebelumnya hidup dalam tradisi lisan kini dapat dikenali kembali oleh generasi muda.


Selain itu, mural menampilkan berbagai identitas khas Pedawa, seperti Tari Rejang Pedawa, tradisi Baris Bali Aga, kehidupan penyadap aren, serta lanskap alam pegunungan yang menjadi ciri wilayah tersebut. Kehadiran elemen-elemen ini memperkuat pengenalan masyarakat terhadap kekayaan budaya dan karakter unik Desa Pedawa.
Lebih dari sekadar karya seni, mural ini menjadi wujud kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam upaya pelestarian budaya berbasis kreativitas. Lokasinya yang berada di Wantilan Desa Adat Pedawa—pusat berbagai aktivitas masyarakat dan ruang belajar Sekolah Adat Manik Empul—menjadikannya media edukasi yang dapat diakses setiap hari oleh warga.
Program ini menunjukkan bahwa seni dapat berfungsi sebagai sarana pendidikan, pelestarian budaya, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui Program Desa Binaan, FBS Undiksha kembali menegaskan perannya dalam menghadirkan kontribusi nyata bagi desa dan masyarakat.
“Ketika tembok berbicara tentang sejarah, budaya, dan masa depan, mural di Desa Pedawa menjadi bukti bahwa karya seni dapat menjadi jembatan yang menghubungkan pengetahuan akademik dengan kehidupan masyarakat.”




