Pokdarwis Pedawa Siap Sambut Wisatawan Jepang: FBS Undiksha Bekali Keterampilan Bahasa dan Pelayanan Wisata

FBS Undiksha Dorong Pokdarwis Telaga Sari Kembangkan Wisata Desa Pedawa Berbasis Storynomic Tourism

Juni 8, 2026

Dari Tembok Menjadi Ruang Belajar: Mural Mahasiswa FBS Undiksha Hidupkan Kembali Cerita Rakyat dan Identitas Desa Pedawa

Juni 9, 2026

FBS Undiksha Dorong Pokdarwis Telaga Sari Kembangkan Wisata Desa Pedawa Berbasis Storynomic Tourism

Juni 8, 2026

Dari Tembok Menjadi Ruang Belajar: Mural Mahasiswa FBS Undiksha Hidupkan Kembali Cerita Rakyat dan Identitas Desa Pedawa

Juni 9, 2026

Pedawa, 26 Mei 2026 – Upaya meningkatkan kualitas layanan wisata berbasis budaya di Desa Pedawa terus dilakukan. Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) menggelar Pelatihan Bahasa Jepang Dasar bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Telaga Sari sebagai bagian dari Program Desa Binaan FBS Undiksha Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Perbekel Desa Pedawa ini mengusung tema “Sinergi Harmoni Pesaje: Merawat Tradisi Menggerakkan Inovasi” dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah desa hingga jajaran akademisi Undiksha.


Pelatihan dipimpin oleh Dr. Kadek Eva Krishna Adnyani, S.S., M.Si. bersama tim akademisi dan praktisi bahasa Jepang FBS Undiksha. Sebanyak 20 anggota Pokdarwis Telaga Sari mengikuti kegiatan dengan antusias untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi dengan wisatawan Jepang yang semakin tertarik mengunjungi Desa Pedawa.
Sebagai desa Bali Aga yang masih menjaga keaslian budaya, Pedawa memiliki beragam daya tarik, seperti rumah adat Bali Aga, tradisi masyarakat, kuliner khas, dan produksi gula aren yang menjadi identitas budaya setempat. Melihat meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara, kemampuan berbahasa asing menjadi kebutuhan penting bagi pelaku wisata desa.
Materi pelatihan meliputi salam (Aisatsu), perkenalan diri (Jiko Shōkai), dan cara memperkenalkan Desa Pedawa (Pedawa Mura no Shōkai). Peserta juga mengikuti praktik percakapan dan simulasi pelayanan wisata agar lebih percaya diri saat berinteraksi langsung dengan wisatawan Jepang.


Menurut Dr. Kadek Eva Krishna Adnyani, penguatan kapasitas sumber daya manusia merupakan kunci keberhasilan pengembangan desa wisata. Melalui pelatihan ini, masyarakat tidak hanya memperoleh keterampilan bahasa, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan dan pengalaman wisata bagi pengunjung.
Program ini akan dilanjutkan dengan pendampingan berkelanjutan sebagai upaya memperkuat posisi Desa Pedawa sebagai destinasi wisata budaya unggulan yang tetap menjaga warisan tradisi sekaligus mampu menjawab kebutuhan wisatawan global. Dengan bekal bahasa Jepang dan pelayanan yang semakin baik, Pokdarwis Telaga Sari diharapkan mampu menjadi duta budaya yang memperkenalkan kekayaan Desa Pedawa ke dunia internasional.