
Direktur Jenderal Kebudayaan Kunjungi Galeri SLF 2025 di FBS Undiksha: Apresiasi untuk Karya dan Semangat Penyembuhan
Juli 25, 2025
Raih Gelar Doktor, Dosen FBS Undiksha Angkat Isu Pendidikan Bahasa Inggris untuk Anak Berkebutuhan Khusus
Juli 28, 2025Singaraja, 26 Juli 2025 — Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Pendidikan Ganesha menjadi tuan rumah penyelenggaraan Singaraja Literary Festival (SLF) 2025, sebuah perhelatan sastra nasional yang berlangsung pada 25–26 Juli 2025 di Ruang Niti Sastra, FBS Undiksha. Mengusung tema “Buda Kecapi: Energi Penyembuhan Semesta”, festival ini menghadirkan suasana reflektif dan hangat, mempertemukan sastrawan, akademisi, mahasiswa, penerbit, dan komunitas literasi dalam satu panggung dialog yang kaya makna.
Acara dibuka oleh Dekan FBS, I Gede Nurjaya, yang dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan Mahima Institute Indonesia, khususnya kepada Sonia Piscayanti selaku penggagas SLF, karena telah memilih FBS sebagai tuan rumah. Ia mengungkapkan bahwa menjadi bagian dari kegiatan literasi yang menghadirkan sastrawan-sastrawan besar Indonesia sekaligus menghidupkan ruang estetik kampus merupakan sebuah kehormatan yang menyentuh dan bermakna.

SLF 2025 menghadirkan sejumlah tokoh penting dalam dunia sastra Indonesia, di antaranya Dee Lestari, Ratih Kumala, Oka Rusmini, dan Chynta Hariadi. Mereka terlibat dalam berbagai sesi seperti diskusi buku Perayaan 25 Tahun Tarian Bumi yang menandai tiga dekade karya legendaris Oka Rusmini, seminar sastra bertema Narasi Perempuan yang Menyembuhkan bersama para penulis perempuan dan perwakilan penerbit, serta diskusi mendalam bertajuk Kisah-Kisah yang Ajaib dan Menyembuhkan yang mengeksplorasi peran sastra dalam merespons luka batin, krisis sosial, dan problem lingkungan. Suasana festival semakin hidup dengan hadirnya Workshop Manajemen Talenta Nasional (MTN) yang dipandu langsung oleh Dee Lestari, memberikan ruang inspiratif bagi generasi muda untuk mengasah potensi menulis dalam atmosfer yang akrab dan membebaskan.









Festival ini juga diwarnai kolaborasi bersama Gramedia Pustaka dan para sastrawan lokal dari Bali dan sekitarnya. Pertemuan lintas aktor literasi tersebut memperkuat peran SLF sebagai forum yang inklusif dan menjembatani beragam perspektif dalam dinamika kesusastraan Indonesia. Sebagai tuan rumah, FBS Undiksha melibatkan dosen dan mahasiswa dari tujuh program studi secara aktif dalam setiap sesi kegiatan. Lebih dari 200 mahasiswa hadir dan terlibat langsung, memperlihatkan antusiasme yang tinggi terhadap budaya baca, apresiasi karya sastra, serta pembentukan karakter kritis dan peka budaya.
Melalui SLF 2025, FBS Undiksha menegaskan komitmennya untuk membangun ruang akademik yang tidak hanya berorientasi pada teori dan pembelajaran formal, tetapi juga pada penguatan pengalaman estetik dan spiritual melalui karya sastra. Semangat penyembuhan yang diusung festival ini sejalan dengan nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan literasi, SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) melalui pelestarian budaya lokal, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, komunitas literasi, dan penerbit. Tema “Buda Kecapi” menjadi pengingat bahwa dalam dinamika zaman yang penuh tantangan, sastra tetap hadir sebagai jembatan antara rasa, nalar, dan harapan—membawa energi penyembuhan bagi semesta.




