Perkuat Pemahaman Kebangsaan Mahasiswa, FBS Undiksha dan MPR RI Gelar Sosialisasi

Optimalisasi Pembelajaran Digital, FBS Undiksha Gelar Pelatihan E-Learning NG

Februari 21, 2025

Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Raih Juara Favorit di Lomba Pidato Bahasa Jepang Sakura Cup ke-6

Februari 23, 2025

Optimalisasi Pembelajaran Digital, FBS Undiksha Gelar Pelatihan E-Learning NG

Februari 21, 2025

Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Raih Juara Favorit di Lomba Pidato Bahasa Jepang Sakura Cup ke-6

Februari 23, 2025

Singaraja, 22 Februari 2025 – Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Pendidikan Ganesha (Udiksha) bekerja sama dengan Majelis Permusyaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan. Acara bertajuk “Empat Pilar Kebangsaan dalam Konteks Adat Bahasa dan Seni: Menggali Peran dan Relevansi Generasi Muda Bali” dilaksanakan di ruang Seminar Nitisastra FBS Undiksha dan dihadiri oleh perwakilan mahasiswa dari Jurusan Bahasa Asing, Jurusan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, serta Jurusan Seni dan Desain berjumlah 150 mahasiswa.
Wakil Dekan II FBS Undiksha, Dr. I Putu Mas Dewantara, S.Pd., M.Pd., membuka acara dan menyampaikan arahan mewakili Dekan FBS. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pemahaman kebangsaan di kalangan mahasiswa. “Untuk menghadapi dinamika sosial seperti era globalisasi sekarang, mahasiswa perlu mengasah intelektual tanpa melupakan karakter yang mencerminkan moral bangsa,” ujarnya.
Sosialisasi empat pilar kebangsaan menghadirkan dua narasumber, yaitu anggota MPR RI, Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik dan Dosen Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Undiksha, Dr. Made Sugi Hartono, S.H., M.H. Dalam pemaparannya, Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik menyoroti #kaburajadulu yang sedang marak di media sosial. Menurutnya, pemuda saat ini menghadapi tantangan yang berat sehingga harus memiliki pondasi mental. Kampus sebagai sekolah kehidupan memegang peranan penting dalam menanamkan Undang-Undang Dasar, Pancasila dan pemahaman budaya di tengah arus globalisasi dan digitalisasi. Senada dengan itu, Dr. Made Sugi Hartono, S.H., M.H., juga menekankan pentingnya filtrasi budaya di tengah pariwisata massal di Bali. Untuk menjaga eksistensi budaya, pemuda perlu melakukan pertahanan diri dan introspeksi diri. Mekanisme pertahanan diri dilakukan untuk menghindari tergerusnya budaya dan introspeksi diri dilakukan untuk mencegah terpecah belahnya masyarakat karena pengaruh asing seperti yang terjadi dalam sejarah.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan mahasiswa bisa meningkatkan pemahaman kebangsaan dan mampu mengimplementasikan dalam kehidupan. Hal ini tentu mendukung tercapainya misi FBS yaitu menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran yang bermartabat untuk menghasilkan sumber daya manusia yang kompetitif, kolaboratif, dan berkarakter.