
Dekan FBS Undiksha Sambut Mahasiswa Pemenang LKTI Internasional di Malaysia
Oktober 27, 2025
Mahasiswa FBS Undiksha Raih Penghargaan pada Lomba Pidato Bahasa Jepang di Iwate
Oktober 29, 2025Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah (HMJBSID) Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) kembali menunjukkan komitmennya dalam pelestarian budaya daerah melalui penyelenggaraan Festival Bahasa dan Sastra Tahun 2025. Salah satu kegiatan unggulan dalam rangkaian festival ini adalah Lomba Nyurat Lontar yang mengusung tema “Huripakĕn Śāstra, Sarana Wĕrdhining Jagat” yang berarti Menghidupkan Śāstra (ilmu pengetahuan) sebagai jalan kemajuan dunia. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 27 Oktober 2025, bertempat di Wantilan Teruna Jaya, Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha, dengan peserta berasal dari tingkat SMA/SMK se-Bali. Total peserta yang terdaftar mencapai 61 orang, meskipun tiga di antaranya berhalangan hadir.
Suasana lomba berlangsung khidmat dan penuh semangat. Para peserta dengan tekun menulis aksara Bali di atas daun lontar, memperlihatkan perpaduan indah antara ketelitian, nilai estetika, dan pelestarian tradisi. Dewan juri yang terdiri atas Putu Suarsana, S.Pd., I Made Muliarta, S.Pd., M.Pd., dan Ida Ayu Putu Purnami, S.S., M.Pd. menilai karya peserta berdasarkan aspek kerapian aksara, ketepatan penulisan, keindahan visual lontar, serta kandungan nilai sastra yang terkandung di dalamnya.
Dari hasil penilaian, I Komang Wiraguna dari SMA Negeri 1 Sukawati berhasil meraih Juara 1, disusul oleh Putu Satria Putra Kumaris dari SMA Negeri 1 Kuta Utara sebagai Juara 2, dan I Wayan Mahayasa Widyariana dari SMA Negeri 1 Gianyar sebagai Juara 3. Adapun kategori harapan diraih oleh Made Kishan Nanda Wilaksana (SMA Negeri 7 Denpasar) sebagai Harapan 1, I Kadek Alit Suarnata (SMA Negeri 1 Mengwi) sebagai Harapan 2, dan Gusti Ayu Putu Novia Pradnya Dewi (SMA Negeri 1 Penebel) sebagai Harapan 3.





Dalam sambutannya, Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah FBS Undiksha menegaskan bahwa lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana penting dalam menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya daerah. “Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya belajar menulis di atas lontar, tetapi juga menulis kesadaran baru tentang pentingnya menjaga bahasa, sastra, dan aksara daerah agar tetap hidup dan bermakna di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.
Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya tujuan ke-4 (Pendidikan Berkualitas) dan tujuan ke-11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan). Melalui pelestarian bahasa, sastra, dan aksara daerah, kegiatan ini turut mendukung penguatan pendidikan berbasis budaya dan pembangunan masyarakat yang berakar pada kearifan lokal. Semangat Huripakĕn Śāstra yang diusung dalam Festival Bahasa dan Sastra HMJBSID Undiksha 2025 menjelma dalam goresan aksara di atas daun lontar—sebuah simbol bahwa ilmu dan budaya dapat tumbuh bersama, menghidupkan kembali tradisi sekaligus menyalakan cahaya keberlanjutan bagi generasi muda Bali.




