✕
✕

Jelajah 2026, Langkah Awal Mahasiswa Baru JBSID FBS Undiksha Tumbuh Adaptif dan Berdaya Saing

FBS Undiksha Lepas 112 Calon Wisudawan, Dekan Tekankan Kebahagiaan yang Bermakna

Agustus 26, 2026

ICLAAC 2026 Perluas Jejaring Akademik Bahasa dan Seni Lintas Budaya

Agustus 30, 2026

FBS Undiksha Lepas 112 Calon Wisudawan, Dekan Tekankan Kebahagiaan yang Bermakna

Agustus 26, 2026

ICLAAC 2026 Perluas Jejaring Akademik Bahasa dan Seni Lintas Budaya

Agustus 30, 2026

Mahasiswa baru Jurusan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah (JBSID), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) mengikuti Jelajah (Jendela Awal Perjalanan Mahasiswa) 2026 pada 19–20 Agustus 2026. Mengusung tema “Peningkatan Kapasitas Intelektual Mahasiswa Baru yang Berdisiplin, Berintegritas, dan Berdaya Saing”, kegiatan ini menjadi ruang awal untuk mengenal kehidupan akademik sekaligus membangun kesiapan mahasiswa menjalani pendidikan di perguruan tinggi.

Jelajah diikuti mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) dan Program Studi Pendidikan Bahasa Bali (PBB). Mahasiswa mendapatkan pembekalan mengenai lingkungan akademik, sistem perkuliahan, pengembangan diri, organisasi kemahasiswaan, serta berbagai peluang selama menempuh pendidikan.

Ketua JBSID, Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum., saat membuka kegiatan menegaskan bahwa menjadi mahasiswa bukan sekadar melanjutkan jenjang pendidikan, melainkan proses mengenal diri, mengembangkan potensi, membangun karakter, dan mempersiapkan masa depan. Generasi Z dinilai memiliki modal kreativitas, kemampuan beradaptasi, dan kedekatan dengan teknologi. Namun, keunggulan tersebut perlu diperkuat dengan disiplin, konsistensi, fokus, dan tanggung jawab. Ia juga menyoroti perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan perubahan dunia kerja yang menuntut mahasiswa terus mengembangkan kompetensi, memiliki tujuan yang jelas, serta mampu memanfaatkan teknologi dan peluang secara produktif.

Pembekalan akademik dilanjutkan melalui pengenalan dosen, kurikulum, Kartu Rencana Studi (KRS), dan bimbingan akademik. Mahasiswa PBSI mengikuti sesi bersama Koordinator Program Studi PBSI, Dr. Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd., M.Pd., sedangkan mahasiswa PBB bersama Koordinator Program Studi PBB, Ida Bagus Rai, S.S., M.Pd.

Wawasan pengembangan diri diperkuat melalui materi “Menyambut Berbagai Peluang sebagai Mahasiswa JBSID”oleh Dr. Dewa Gede Budi Utama, S.Pd., M.Hum. Mahasiswa didorong memanfaatkan masa perkuliahan untuk mengembangkan kompetensi, memperluas pengalaman, dan berani mengambil peluang. Kompetensi bahasa dan sastra juga membuka ruang karier dalam pendidikan, media, komunikasi, jurnalistik, hingga penelitian.

Jelajah 2026 turut menghasilkan produk kreatif berupa poster edukasi kebahasaan oleh mahasiswa PBSI dan Baligrafi oleh mahasiswa PBB. Karya tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk mengekspresikan kreativitas sesuai karakter keilmuan program studi masing-masing. Mahasiswa juga diperkenalkan dengan HMJ BSID, Duta Bahasa, dan berbagai komunitas sebagai wadah pengembangan diri. Pada hari kedua, kegiatan diisi dengan senam bersama, penampilan yel-yel, dan puisi berantai yang membangun kreativitas serta kebersamaan. Rangkaian Jelajah kemudian ditutup dengan pemberian apresiasi kepada peserta.

Melalui Jelajah 2026, mahasiswa diharapkan mengawali perjalanan akademiknya dengan kesiapan untuk belajar, beradaptasi, dan mengembangkan potensi. Kegiatan ini sekaligus mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui pengalaman pendidikan yang mendorong pengembangan pengetahuan, keterampilan, kreativitas, dan kapasitas mahasiswa secara berkelanjutan.

✕