✕
✕

ICLAAC 2026 Perluas Jejaring Akademik Bahasa dan Seni Lintas Budaya

Jelajah 2026, Langkah Awal Mahasiswa Baru JBSID FBS Undiksha Tumbuh Adaptif dan Berdaya Saing

Agustus 29, 2026

Tiga Mahasiswa FBS Undiksha Raih International Mobility Award, Lanjut Magister di Taiwan

Agustus 31, 2026

Jelajah 2026, Langkah Awal Mahasiswa Baru JBSID FBS Undiksha Tumbuh Adaptif dan Berdaya Saing

Agustus 29, 2026

Tiga Mahasiswa FBS Undiksha Raih International Mobility Award, Lanjut Magister di Taiwan

Agustus 31, 2026

Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Pendidikan Ganesha (FBS Undiksha) sukses menyelenggarakan The 3rd International Conference on Languages and Arts Across Cultures (ICLAAC) 2026, Kamis (27/8/2026). Memasuki tahun ketiga, konferensi ini mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa untuk mendiseminasikan hasil penelitian serta membahas perkembangan bahasa, seni, budaya, dan pendidikan.

ICLAAC 2026 menjadi bagian dari rangkaian Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (KONASPI) XII dengan mengusung tema “Innovation, Collaboration, and Sustainability of Languages and Arts across Cultures in Educational Transformation.” Konferensi ini membahas berbagai isu aktual, mulai dari pedagogi kreatif, kecerdasan artifisial dalam pembelajaran bahasa, teknologi dalam kebudayaan, hingga kreativitas seni.

Sesi invited speakers menghadirkan Dr. Thomas De Angelis, Dr. Alison Grove O’Grady, dan Dr. Catherine Smythdari The University of Sydney; Made Hery Santosa, S.Pd., M.Pd., Ph.D.; Dr. Li-Hsun Peng dari National Yunlin University; serta Arif Bagus Prasetyo, S.Kom., S.S., M.Hum. dari Institut Seni Indonesia Bali. Para pembicara menghadirkan perspektif dari Australia, Taiwan, dan Indonesia yang memperkaya diskusi dalam konferensi.

Antusiasme akademik terlihat dari keterlibatan 178 presenter yang terjadwal mempresentasikan hasil penelitian dan kajiannya melalui 14 Zoom Breakout Room. Presentasi berlangsung dalam dua sesi, yakni pukul 14.30–16.00 WITA dan 16.15–17.55 WITA. Beragam penelitian yang dipresentasikan mencakup bahasa, pembelajaran, sastra, seni, teknologi, budaya, dan pendidikan. Keluasan topik tersebut menunjukkan perkembangan kajian bahasa dan seni yang semakin bersinggungan dengan teknologi, praktik pembelajaran, serta dinamika kebudayaan.

Penyelenggaraan ICLAAC menunjukkan keberlanjutan forum ilmiah ini sebagai ruang pertukaran gagasan sekaligus perluasan jejaring akademik. Pertemuan yang terbangun membuka peluang tindak lanjut melalui penelitian, publikasi ilmiah, dan kerja sama akademik. ICLAAC 2026 juga turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education melalui diseminasi hasil penelitian dan pengembangan pengetahuan serta SDG 17: Partnerships for the Goals melalui penguatan kemitraan akademik.

✕