
International Collaboration Day, PBJ FBS Undiksha Perkuat Pemahaman Lintas Budaya bersama Mahasiswa Jepang
September 10, 2026SINGARAJA — Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) menyelenggarakan Workshop Rekonstruksi Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE) secara hybrid pada Rabu (9/9/2026). Mengusung tema “Penyelarasan CPL, CPMK, Sub-CPMK, Pembelajaran, dan Asesmen”, kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Sunardi, M.Hum., CIHCM dari Universitas Mulawarman sebagai narasumber.
Workshop dihadiri oleh pimpinan fakultas, jurusan, koordinator program studi, serta dosen di lingkungan FBS. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat penyelarasan kurikulum agar sesuai dengan standar pendidikan, sekaligus menjawab kebutuhan dan perkembangan pembelajaran.









Dekan FBS, Drs. I Gede Nurjaya, M.Pd., dalam sambutannya yang sekaligus membuka acara secara resmi, menyampaikan bahwa kurikulum merupakan arah perjalanan sekaligus pedoman dan kompas dalam penyelenggaraan pendidikan. “Perubahan dan perkembangan kurikulum perlu kita sikapi dengan baik. Kurikulum bukan sekadar dokumen untuk memenuhi standar, melainkan arah perjalanan program studi dalam mendidik mahasiswa. Oleh karena itu, kita perlu memperjelas arah masing-masing prodi, menampilkan keunikan yang menjadi pembeda, serta memastikan kurikulum tersebut mampu memberikan dampak nyata,” ungkapnya.
Nurjaya menekankan tiga fokus utama, yaitu memperjelas arah pengembangan setiap program studi, menampilkan keunikan yang menjadi pembeda dari program studi lain, serta membangun kolaborasi yang harmonis di lingkungan program studi. “Karena ini merupakan arah perjalanan program studi dalam mendidik, saya mohon Bapak/Ibu di program studi dapat melakukan kolaborasi yang harmonis. Kurikulum yang dihasilkan harus sesuai harapan, memenuhi standar, dan memberikan dampak,” tegasnya.
Melalui workshop ini, FBS Undiksha berkomitmen menghadirkan kurikulum yang tidak hanya memenuhi standar, tetapi juga memiliki keunikan dan relevansi dengan kebutuhan pendidikan. Kolaborasi yang harmonis diharapkan mampu memperkuat identitas setiap program studi, memastikan ketercapaian pembelajaran, serta menghasilkan lulusan yang memberikan dampak nyata bagi mahasiswa dan masyarakat.




