
Mahasiswa FBS Undiksha Ikuti USR Project di Taiwan, Kembangkan Board Game Edukatif Bertema Kesetaraan Gender
Maret 13, 2026
Kolaborasi FBS Undiksha–Iwate University Dorong Implementasi SDGs: Dari Aksi Iklim hingga Kemitraan Global Berbasis Budaya
April 1, 2026Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) mulai memetakan potensi Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, sebagai langkah awal pengembangan program Desa Binaan. Pemetaan dilakukan melalui survei awal yang dilaksanakan pada 15 Maret 2026 di Pondok Literasi Sabih, sebuah ruang literasi komunitas yang menjadi titik temu berbagai inisiatif sosial dan budaya di desa tersebut.
Pertemuan ini mempertemukan tim FBS Undiksha dengan berbagai komunitas lokal untuk menggali potensi desa dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, lingkungan, pendidikan, hingga pelestarian budaya. Diskusi berlangsung dinamis dengan pemaparan berbagai kegiatan yang selama ini menjadi penggerak kehidupan masyarakat Pedawa.
Salah satu potensi yang menonjol adalah pengelolaan pohon aren oleh Komunitas Getah Uyung. Melalui pengolahan nira menjadi gula merah dan gula semut, masyarakat memanfaatkan sumber daya lokal yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan dan tradisi desa. Bagi masyarakat Pedawa, pohon aren tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga memuat nilai kultural yang diwariskan secara turun-temurun.

Di bidang lingkungan, Komunitas Balawa menunjukkan peran aktif dalam menjaga kebersihan desa melalui pengelolaan bank sampah serta kegiatan rutin membersihkan lingkungan. Inisiatif ini mendorong kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah sekaligus menjaga kualitas lingkungan desa.
Upaya pelestarian lingkungan juga dilakukan oleh Komunitas Kayonan yang fokus pada perlindungan hutan dan sumber mata air. Komunitas ini telah melakukan pendataan terhadap puluhan titik mata air di Desa Pedawa serta mengembangkan sistem konservasi berbasis mata air yang dikenal sebagai kayehan. Inisiatif tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam yang menjadi penopang kehidupan masyarakat desa.
Selain itu, masyarakat Pedawa juga mengembangkan Sekolah Adat sebagai ruang belajar bagi generasi muda untuk mengenal kembali pengetahuan dan nilai-nilai lokal yang hidup dalam tradisi masyarakat. Tradisi literasi budaya juga tetap terjaga melalui praktik penulisan teks ritual menggunakan aksara Bali pada daun lontar dalam upacara ngangkit, yang hingga kini masih dipertahankan oleh komunitas setempat.

Pemetaan potensi ini menjadi langkah awal bagi FBS Undiksha dalam merancang program pengabdian yang lebih terarah dan berbasis kebutuhan masyarakat. Melalui program Desa Binaan, perguruan tinggi diharapkan dapat bersinergi dengan pemerintah desa serta komunitas lokal untuk memperkuat pembangunan desa yang bertumpu pada potensi dan kearifan lokal.
Ke depan, pengembangan Desa Pedawa diharapkan tidak hanya mendorong penguatan ekonomi masyarakat, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan serta memperkuat identitas budaya desa. Pendekatan kolaboratif antara perguruan tinggi dan komunitas ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya dalam penguatan pendidikan, pembangunan ekonomi lokal, pelestarian lingkungan, serta kemitraan pembangunan berbasis komunitas.




