Esai Berbasis Dampak Sosial, Antar Mahasiswa FBS Raih Medali Perak Internasional

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Meraih Gelar Gold Medal dan 1st Runner Up Lewat Inovasi “Bamboora”

Februari 15, 2026

Inovasi AURA Raih Medali Perunggu Internasional, Tegaskan Komitmen SDGs Pendidikan Inklusif

Februari 15, 2026

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Meraih Gelar Gold Medal dan 1st Runner Up Lewat Inovasi “Bamboora”

Februari 15, 2026

Inovasi AURA Raih Medali Perunggu Internasional, Tegaskan Komitmen SDGs Pendidikan Inklusif

Februari 15, 2026

Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Pendidikan Ganesha kembali menorehkan prestasi di kancah global. Tiga mahasiswa—Maftah Aliffallah, Putu Anggi Yumika Shanti, dan Gede Susila Darma Putra—berhasil meraih medali perak dalam ajang International Summit Competition, mengungguli peserta dari berbagai negara, termasuk Malaysia, Kenya, Nigeria, Somalia, Suriah, dan Indonesia.

Mahasiswa dari Program Studi D4 Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional serta Prodi Pendidikan Bahasa Inggris ini tampil meyakinkan melalui gagasan esai yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga relevan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs).

Medali perak diraih melalui dua gagasan inovatif yang menyasar isu strategis pembangunan berkelanjutan. Pada sektor pariwisata dan budaya, tim mengusung esai berjudul “AGROLAND: A Community-Based Farming Platform to Enhance Productivity and Strengthen the Potential of Agritourism.” Gagasan ini menekankan pengembangan agrowisata berbasis komunitas sebagai strategi peningkatan produktivitas pertanian sekaligus penguatan ekonomi lokal. Inovasi tersebut selaras dengan SDGs 8 (Decent Work and Economic Growth) dan SDGs 11 (Sustainable Cities and Communities), dengan menempatkan masyarakat sebagai aktor utama pembangunan pariwisata berkelanjutan.

Sementara itu, pada sektor pendidikan, tim memperkenalkan esai “Touch and Match Inclusive Board as a Multi-Sensory Learning Medium for Children with Autism Spectrum Disorder.” Inovasi ini berfokus pada pengembangan media pembelajaran multisensori bagi anak dengan spektrum autisme, sejalan dengan SDGs 4 (Quality Education) dan SDGs 10 (Reduced Inequalities). Gagasan tersebut menegaskan pentingnya pendekatan inklusif dalam menjamin akses pendidikan yang adil dan bermakna bagi semua anak.

Melalui riset yang solid dan argumentasi yang tajam, tim mahasiswa FBS Undiksha menunjukkan kapasitas berpikir kritis serta sensitivitas sosial dalam merancang solusi berbasis community empowerment dan dampak nyata bagi masyarakat.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari pendampingan Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A., yang secara konsisten memberikan bimbingan akademik dan penguatan substansi selama proses kompetisi. Capaian ini sekaligus menjadi penegasan bahwa mahasiswa FBS Undiksha tidak hanya mampu bersaing di tingkat internasional, tetapi juga berkontribusi aktif dalam mendorong pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan melalui gagasan ilmiah yang aplikatif dan berorientasi masa depan.