✕
✕

BEM FBS Undiksha Buka AKM 2026, Lomba Tari Condong se-Bali Warnai Rangkaian Perdana

Berkolaborasi dengan Konjen Jepang dan Yayasan Persahabatan Jepang Bali, FBS Undiksha Gelar Workshop Yosakoi

September 29, 2026

Berkolaborasi dengan Konjen Jepang dan Yayasan Persahabatan Jepang Bali, FBS Undiksha Gelar Workshop Yosakoi

September 29, 2026

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni (BEM FBS) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) membuka rangkaian Ajang Kreativitas Mahasiswa (AKM) Tahun 2026 di Wantilan Teruna Jaya FBS Undiksha, Jumat (3/10/2026). Tidak sekadar menjadi panggung kreativitas, AKM tahun ini diarahkan sebagai ruang bagi mahasiswa untuk bertumbuh, membangun kebersamaan, sekaligus memperluas kontribusi FBS di tengah masyarakat.

Ketua Panitia AKM 2026, I Gede Ngurah Satria Dharma Wibawa, menyampaikan bahwa AKM menghadirkan dua rangkaian utama, yakni FBS Expo dan Pergelaran Seni. Tahun ini, semangat transformasi diusung melalui tema “Vikasa Jnana Utkarsa”, yang merepresentasikan perjalanan pengembangan potensi diri melalui pengetahuan, kesadaran, dan proses pertumbuhan menuju pencapaian yang lebih tinggi.

Spirit tersebut turut diterjemahkan melalui desain panggung atau gayor yang memanfaatkan material alami dan bahan bekas, seperti bambu, anyaman pandan, kertas, dan kardus. Desainnya terinspirasi dari logo “Aditigra” sebagai identitas AKM 2026. Teratai dihadirkan sebagai simbol transformasi, sedangkan empat tangan merepresentasikan semangat untuk bergerak, berkarya, dan berkembang bersama.

Koordinator Pembimbing Kemahasiswaan FBS Undiksha, Dr. Ida Ayu Made Darmayanti, S.Pd., M.Pd., yang membuka kegiatan secara resmi, menekankan bahwa AKM memiliki makna lebih luas daripada sekadar kompetisi. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembentukan karakter, penguatan kerja sama, dan pembangunan sinergi antarmahasiswa dan masyarakat. “AKM bukan sekadar kegiatan yang hanya menampilkan kompetisi, melainkan juga kegiatan yang mampu menampilkan sinergi yang berguna bagi masyarakat setempat. Saya berharap panitia mampu menyampaikan kepada masyarakat bahwa FBS bukan hanya bisa di kandang sendiri dan hanya bisa menyampaikan orasi-orasi, tetapi FBS bisa bersinergi dan bekerja bersama masyarakat setempat,” ujar Beliau.

Pembukaan ditandai dengan prosesi “Navodaya Padma Sangkara” sebagai simbol dimulainya AKM 2026. Semarak kegiatan berlanjut melalui Lomba Tari Condong Tingkat SD/Sederajat se-Bali yang diikuti 17 peserta. Selain menjadi ruang kompetisi, lomba ini menghadirkan dimensi edukatif melalui evaluasi, arahan, dan demonstrasi teknik menari secara langsung oleh dewan juri.

Rangkaian AKM 2026 akan bermuara pada Pergelaran Seni di Desa Pedawa yang sekaligus menandai berakhirnya Program Desa Binaan FBS Undiksha. Kehadiran AKM hingga ke tengah masyarakat menegaskan semangat FBS untuk menjadikan kreativitas mahasiswa tidak berhenti di lingkungan kampus, tetapi tumbuh melalui kolaborasi sekaligus memberi ruang bagi pelestarian budaya.

Kegiatan ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas)melalui pengembangan kreativitas dan pengalaman belajar, SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan)melalui pelestarian seni dan budaya lokal, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kolaborasi perguruan tinggi dengan masyarakat.

✕