✕
✕

Lewat Legenda Tangkuban Perahu, Mahasiswa PBJ FBS Undiksha Raih Prestasi pada Ajang Kamishibai FJU 2026

BEM FBS Undiksha Buka AKM 2026, Lomba Tari Condong se-Bali Warnai Rangkaian Perdana

Oktober 3, 2026

Menggemari Seni Kaligrafi Jepang, Mahasiswa PBJ FBS Undiksha Raih Juara III Lomba Shodou FJU 2026

Oktober 7, 2026

BEM FBS Undiksha Buka AKM 2026, Lomba Tari Condong se-Bali Warnai Rangkaian Perdana

Oktober 3, 2026

Menggemari Seni Kaligrafi Jepang, Mahasiswa PBJ FBS Undiksha Raih Juara III Lomba Shodou FJU 2026

Oktober 7, 2026

Prestasi membanggakan kembali diukir oleh mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang (PBJ), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Safira Febrilia Khairunnisa berhasil meraih Juara II dalam ajang Lomba Kamishibai tingkat nasional pada rangkaian kegiatan Festival Jepang Universitas Jenderal Soedirman (FJU) 2026.

Pengumuman pemenang perlombaan disampaikan secara resmi oleh panitia FJU 2026 pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Dengan bimbingan Dr. Putu Dewi Merlyna Yuda Pramesti, S.S., M.Hum., Safira sukses bersaing dengan berbagai peserta dari perguruan tinggi di Indonesia melalui karya dan penampilan seni bercerita visual khas Jepang (Kamishibai). Dalam perlombaan ini, Safira mengusung cerita rakyat populer asal Jawa Barat, yaitu legenda Tangkuban Perahu (Sangkuriang). Menurut Safira, Tangkuban Perahu memiliki alur yang unik dan lebih memudahkan dalam proses visualisasi gambar.

Keikutsertaan Safira dalam ajang ini didasari oleh keinginannya untuk mengisi waktu libur perkuliahan secara produktif. Di samping itu, ketertarikannya pada dunia seni lukis mendorongnya untuk mencoba tantangan baru dalam menyampaikan sebuah kisah melalui kombinasi gambar manual dan bahasa Jepang. Meskipun berhasil menorehkan prestasi, proses pengerjaan karya tidak lepas dari berbagai kendala. Safira mengungkapkan bahwa ia harus menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari proses menggambar ilustrasi secara manual, membuat properti pendukung, menghafal naskah cerita dalam bahasa Jepang, hingga menyesuaikan alur gambar dengan narasi yang dibawakan. Di antara berbagai tantangan tersebut, bagian tersulit yang dirasakannya adalah menjiwai serta mengekspresikan cerita agar pesan dan emosinya dapat tersampaikan secara maksimal kepada para penonton.

Keberhasilan ini kian mengukuhkan komitmen FBS Undiksha dalam mencetak sumber daya manusia unggul, kompetitif, dan berkarakter berlandaskan falsafah Tri Hita Karana. Keberhasilan ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi, mengasah potensi di bidang bahasa dan seni, serta mengukir prestasi berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

✕