Raih Gelar Doktor dengan IPK 4,00, Dosen FBS Undiksha Perkuat Kepakaran Inovasi Pembelajaran Menyimak

Seminar AI dan Cultural Studies Warnai Pelepasan Dosen Purna Tugas FBS Undiksha

Januari 23, 2026

FBS Undiksha Gelar Diskusi Kelompok Terpumpun Evaluasi Kinerja 2025 dan Perencanaan Program–Anggaran 2027

Januari 27, 2026

Seminar AI dan Cultural Studies Warnai Pelepasan Dosen Purna Tugas FBS Undiksha

Januari 23, 2026

FBS Undiksha Gelar Diskusi Kelompok Terpumpun Evaluasi Kinerja 2025 dan Perencanaan Program–Anggaran 2027

Januari 27, 2026

Singaraja, 23 Januari 2026 — Pencapaian akademik yang diraih Ida Ayu Made Darmayanti, dosen Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), menjadi penegasan penting atas penguatan kepakaran dosen FBS dalam bidang inovasi pembelajaran menyimak berbasis teknologi digital. Keberhasilan meraih gelar Doktor Pendidikan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00 mencerminkan konsistensi pengembangan keilmuan yang relevan dengan tantangan pembelajaran bahasa di era digital.

Melalui disertasi berjudul “Pengembangan Multimedia Interaktif dalam Bentuk Moodle Berbasis Mobile Assisted Language Learning untuk Meningkatkan Self-Efficacy dan Keterampilan Menyimak pada Mata Kuliah Menyimak,” promovendus memperkuat posisi keilmuannya pada pengembangan model dan media pembelajaran menyimak yang adaptif terhadap karakteristik mahasiswa generasi digital. Fokus penelitian tidak hanya pada aspek teknis pengembangan media, tetapi juga pada penguatan dimensi psikologis pembelajar, khususnya self-efficacy, sebagai prasyarat penting keberhasilan pembelajaran keterampilan menyimak.

Pendekatan penelitian dan pengembangan yang digunakan menghasilkan produk multimedia interaktif berbasis Moodle yang dirancang untuk mendukung pembelajaran menyimak secara fleksibel, kontekstual, dan berkelanjutan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi Mobile Assisted Language Learning (MALL) mampu meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa sekaligus capaian keterampilan menyimak secara signifikan. Dengan demikian, disertasi ini berkontribusi pada pengayaan khazanah inovasi pembelajaran bahasa, khususnya dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran berbasis perangkat mobile.

Penguatan kepakaran ini dinilai strategis bagi pengembangan tridarma perguruan tinggi di lingkungan FBS Undiksha. Keilmuan yang dikembangkan tidak hanya relevan untuk penguatan pembelajaran di kelas, tetapi juga membuka peluang hilirisasi inovasi pembelajaran menyimak dalam bentuk pengembangan produk, pelatihan dosen dan guru, serta penguatan riset lanjutan di bidang pembelajaran bahasa berbasis digital.

Keberhasilan tersebut selaras dengan arah kebijakan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha yang menetapkan tahun 2026 sebagai tahun hilirisasi inovasi. Pencapaian ini menjadi salah satu fondasi akademik dalam upaya mewujudkan FBS Undiksha sebagai pusat keunggulan di bidang bahasa dan seni pada tahun 2027, melalui penguatan kepakaran dosen yang berbasis riset, inovasi, dan dampak nyata bagi pembelajaran.