
FBS Undiksha Berpartisipasi dalam Education Fair SMAN 1 Blahbatuh
Januari 22, 2026
Raih Gelar Doktor dengan IPK 4,00, Dosen FBS Undiksha Perkuat Kepakaran Inovasi Pembelajaran Menyimak
Januari 23, 2026Singaraja, 23 Januari 2026 — Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) terus memperkuat kepakaran akademik di bidang seni dan budaya melalui pengembangan kajian interdisipliner yang responsif terhadap dinamika zaman. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Seminar Artificial Intelligence dan Politik Representasi Budaya Visual Bali dalam Perspektif Cultural Studies, yang dirangkai dengan pelepasan dosen purna tugas Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Jurusan Seni dan Desain.
Seminar ini menjadi ruang akademik strategis untuk mendiskusikan relasi antara kecerdasan buatan dan praktik representasi budaya visual Bali, terutama dalam konteks produksi, distribusi, dan pemaknaan visual di era digital. Kehadiran narasumber Dr. I Wayan Nuriarta, S.Pd., M.Sn., dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar sekaligus alumni Pendidikan Seni Rupa FBS Undiksha, memperkaya diskursus dengan perspektif cultural studies yang kritis terhadap penggunaan teknologi kecerdasan buatan dalam lanskap budaya lokal.
Melalui forum ini, FBS Undiksha menegaskan posisinya sebagai pusat pengembangan keilmuan seni yang tidak hanya berorientasi pada pelestarian tradisi, tetapi juga pada pembacaan kritis terhadap transformasi budaya visual akibat perkembangan teknologi. Diskusi mengenai artificial intelligence dalam konteks budaya Bali membuka peluang penguatan riset, pengembangan kurikulum, serta inovasi pembelajaran seni yang relevan dengan tantangan global tanpa kehilangan akar kearifan lokal.
Kegiatan ini juga dimaknai sebagai momentum reflektif dalam perjalanan akademik Jurusan Seni dan Desain, seiring dengan purna tugas tiga dosen senior, yakni Dr. I Ketut Sudita, M.Si., Drs. Gede Eka Harsana Koriawan, M.Erg., dan Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana, M.Sn. Pelepasan tersebut tidak hanya menjadi seremoni perpisahan, tetapi juga simbol estafet kepakaran dan nilai-nilai akademik yang telah ditanamkan para dosen kepada generasi penerus.
Dalam sambutannya, Dekan FBS Undiksha menekankan bahwa kontribusi akademik dosen purna tugas merupakan bagian penting dari fondasi pengembangan keilmuan seni dan desain di lingkungan FBS. Kepakaran, keteladanan, dan dedikasi yang telah diwariskan menjadi modal intelektual yang terus hidup dalam praktik tridarma dan penguatan budaya akademik fakultas.
Pelaksanaan seminar secara hybrid memperluas jangkauan diskursus akademik dan menegaskan komitmen FBS Undiksha dalam membangun ruang dialog ilmiah yang inklusif dan adaptif. Melalui kegiatan ini, FBS Undiksha memperkuat perannya sebagai simpul pengembangan kajian seni dan budaya yang kritis, kontekstual, dan relevan dalam menghadapi tantangan era kecerdasan buatan.




