“Kuasa Lipstik”: Simbolik Kekuatan dalam Balutan Estetika, Pameran Mahasiswa Seni Rupa FBS Undiksha Resmi Dibuka

Asesmen Lapangan Prodi PBSI FBS Undiksha: Memantapkan Komitmen terhadap Peningkatan Kualitas Berkelanjutan

Juli 7, 2025

Perkuat Sinergi Edukasi dan Kesehatan, FBS Undiksha Jalin Kerja Sama dengan Prodia Singaraja

Juli 10, 2025

Asesmen Lapangan Prodi PBSI FBS Undiksha: Memantapkan Komitmen terhadap Peningkatan Kualitas Berkelanjutan

Juli 7, 2025

Perkuat Sinergi Edukasi dan Kesehatan, FBS Undiksha Jalin Kerja Sama dengan Prodia Singaraja

Juli 10, 2025

Singaraja, 9 Juli 2025 – Galeri Paduraksa Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Pendidikan Ganesha kembali menjadi ruang ekspresi kreatif mahasiswa. Sebanyak 19 mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Rupa Angkatan 2022 memamerkan karya-karya hasil studi khusus dalam pameran bertajuk “Kuasa Lipstik”, yang digelar mulai 9 hingga 23 Juli 2025.


Pameran ini dibuka secara resmi oleh Dekan FBS, Drs. I Gede Nurjaya, M.Pd., serta dihadiri oleh jajaran dekanat, pimpinan jurusan, dosen, dan mahasiswa Jurusan Seni dan Desain FBS Undiksha. Dalam sambutannya, Dekan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin jurusan yang menargetkan tiga pameran setiap tahun, yakni dari dosen, mahasiswa, dan seniman eksternal.
Menariknya, tema “Kuasa Lipstik” diangkat dengan pendekatan simbolik yang kaya makna. Dalam interpretasi Drs. I Gede Nurjaya, M.Pd., tema ini menyampaikan bahwa kekuasaan tidak selalu harus ditampilkan dalam bentuk dominasi, melainkan bisa hadir sebagai simbol atau hiasan belaka.
“Makna denotatif dari tema kali ini adalah bahwa kekuasaan hanyalah hiasan, bukan sebagai pimpinan atau penguasa. Hanya sebagai pemoles, hiasan, dan untuk mempercantik. Karena yang menguasai hanyalah simbolik,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa cara berpikir simbolik-interpretatif adalah karakter khas mahasiswa dan dosen di lingkungan Jurusan Seni dan Desain FBS. Seni, menurutnya, adalah bagian dari hidup manusia di mana pun berada.
Ketua panitia, Kadek Rifkiyandi Septyan, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya pameran ini. Ia berharap karya-karya yang ditampilkan dapat menjadi media refleksi dan dialog antara seniman dan audiens.


Menutup sambutannya, Dekan FBS memberikan pesan inspiratif:
“Jadilah sesuatu yang kecil tapi mendunia. Seperti Prodi Pendidikan Seni Rupa—walaupun kecil, tetapi bisa mendunia, bersaing, dan memberikan inovasi-inovasi di kancah regional, nasional, maupun internasional.”
Pameran “Kuasa Lipstik” terbuka untuk umum dan diharapkan menjadi ruang bagi publik untuk menikmati, mengapresiasi, dan menafsirkan seni melalui lensa yang lebih luas—simbolik, estetis, dan penuh makna.