Tingkatkan Daya Saing Lulusan, Prodi D-3 Bahasa Inggris Undiksha Rancang Pembelajaran Partisipatif

Singaraja– Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) berkomitmen untuk mewujudkan lulusan yang berkualitas dan berdaya saing. Komitmen tersebut digayung bersambut oleh Program Studi D-3 Bahasa Inggris, Jurusan Bahasa Asing, Fakultas Bahasa dan Seni dengan mempersiapkan rancangan pembelajaran partisipatif dan kolaboratif pada program studi vokasi melalui pembelajaran berbasis problem based learning dan project based learning. Hal ini dimantapkan melalui workshop pada 29 dan 30 September 2021 melalui daring.

Ketua Panitia, Dr. Ni Putu Era Marsakawati, S.Pd.,M.Pd., menjelaskan problem based learning yang lebih banyak terpusat pada mahasiswa. Mahasiswa didorong untuk lebih aktif dan memaksimalkan kemampuan berpikir kritis untuk mendapatkan solusi dari masalah pada masalah yang ada. Selain itu, melalui project based learning, mahasiswa didorong menjadi lebih aktif dan memecahkan problem-problem kompleks, meningkatkan kolaborasi dan mampu mengembangkan dan mempraktikkan keterampilan komunikasi. “Dengan menggunakan perangkat pembelajaran ini, pembelajaran lebih banyak terpusat pada mahasiswa. Mahasiswa dilatih untuk berpikir kritis untuk memecahkan permasalahan riil yang ada di dunia kerja, berlatih untuk bekerja secara kolaboratif dalam mendesain suatu project. Hal-hal semacam ini sangat membantu mahasiswa untuk lebih cepat beradaptasi di dunia kerja nanti,” jelasnya.

Acara ini diikuti oleh 40 peserta yang terdiri atas dosen vokasi dalam dan luar Undiksha, guru SMK, serta mahasiswa keguruan. Terdapat dua narasumber yang dihadirkan. Pertama, Dr. Endang Soelistyowati S.Pd., M.Pd., dosen sekolah vokasi Universitas Gajah Mada. Ia memaparkan materi merancang pembelajaran yang partisipatif dan kolaboratif dengan menggunakan pembelajaran berbasis problem based learning dan project based learning. Kedua, Sang Putu Arsana M.Pd., praktisi dari dunia perhotelan. Ia mengulas tentang kasus-kasus atau permasalahan yang biasanya ditemui di dunia industri. Kasus-kasus atau permasalahan ini menjadi acuan bagi dosen dan guru vokasi untuk mendesain pembelajaran berbasis problem-based learning dan project based learning. “Kami berharap melalui workshop ini, pengetahuan dan wawasan peserta dapat semakin meningkat dan selanjutnya dapat menghasilkan perangkat pembelajaran yang diharapkan,” imbuhnya.

Kegiatan ini dibuka oleh Dekan Fakultas Bahasa dan Seni, Prof. Dr. I Made Sutama, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Menurutnya, apanyang digagas program studi sejalan dengan kebijakan kampus merdeka merdeka belajar maupun pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi mengenai kelas yang kolaboratif dan partisipatif. “Kami di fakultas mendorong prodi untuk mempersiapkan rancangan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan agar nantinya para lulusan dapat bersaing, khususnya di dunia kerja,” katanya.

Sementara itu, Ketua Jurusan Bahasa Asing, Dr. Ni Luh Putu Eka Sulistia Dewi, M.Pd., yang menutup kegiatan juga mengapresiasi kegiatan workshop ini dan mengharapkan lebih banyak kegiatan dan kerjasama lain yang bisa dilakukan di masa yang akan datang. Ia mengharapkan materi yang disampaikan oleh kedua narasumber dapat membantu para dosen dan peserta workshop pada umumnya untuk bisa mendesain pembelajaran yang partisipatif dan kolaboratif melalui pembelajaran berbasis problem based learning dan project based learning. “Mengingat kedua jenis metode pembelajaran ini mampu memfasilitasi mahasiswa untuk mencapai tujuan pembelajarannya sehingga lulusan program studi vokasi bisa dengan cepat diserap di dunia kerja,” pungkasnya. (hms)