Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Kembali Gelar Bunkasai XII

Memperingati kerjasama Indonesia-Jepang ke 60 tahun, Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja menggelar Festival Budaya Jepang atau Bunkasai XII

Universitas Pendidikan Ganesha melalui Fakultas Bahasa dan Seni pada Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang kembali menyelenggarakan Festival Budaya Jepang atau Bunkasai XII. Banyak kegiatan yang diadakan selama festival yang diselenggarakan selama tiga hari dari tanggal 26-28 November 2018. Kegiatan-kegiatan itu diantaranya menampilkan kebudayaan Jepang yang dikolaborasikan dengan kebudayaan Indonesia. Selain itu, ada juga lomba akademik yang diselenggarakan selama festival yang sasarannya adalah siswa SMA di Bali. Kegiatan Bunkasai XII tahun ini diselenggarakan dalam rangka memperingati 60 tahun kerjasama Indonesia-Jepang dan Bunkasai XII kali ini mengambil konsep baru yakni dengan tema Musim Gugur.

Ketua Panitia Bunkasai XII Putu Ratih Widyaningrum mengatakan, tema ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang mengusung tema musim semi, tema musim gugur dalam festival budaya ini memiliki makna sebuah proses yang harus dijalani untuk mencapai suatu tujuan. “Ketika daun-daun berguguran kita bisa menikmati dan berbahagia. Panitia menyiapkan bunkasai berbulan-bulan lalu seperti perubahan daun pada musim gugur”,ungkapnya.

Ketua Panitia Bunkasai XII Putu Ratih Widyaningrum menambahkan, pada pagelaran Bunkasai XII juga diramaikan dengan beberapa hiburan dari Jepang maupun Indonesia. Salah satu sajian special adalah tarian Jepang Bon Odori yang merupakan tarian rakyat popular di Jepang.

Pembukaan Bunkasai XII dilaksanakan pada tanggal 24 November 2018 dan festival ini tidak saja diperuntukkan untuk kalangan mahasiswa atau pelajar namun juga untuk umum. Dalam Bunkasai XII juga dipamerkan kebudayaan khas Jepang dan diperkenalkan juga hal-hal kejepangan yang belum diketahui oleh masyarakat.

 Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan kuliah umum dengan narasumber  Konsulat Jendral Jepang Denpasar Hirohisa Chiba. Kegiatan di buka oleh wakil rektor IV Undiksha Drs. Wayan Suarnajaya, M.A., Ph.D dan di hadiri dosen serta mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Jepang.

Dalam sambutannya Rektor Universitas Pendidikan Ganesha yang kali ini diwakili oleh Wakil Rektor IV Drs. Wayan Suarnajaya, M.A., Ph.D mengatakan sebuah negara tidak akan bisa berdiri sendiri tanpa melakukan kolaborasi atau kerjasama dengan negara lain. Pada tingkat Universitas, Undiksha tidak akan berkembang secara optimal jika tidak ada koordinasi dengan perguruan tinggi lain baik dalam maupun luar negeri. Kehadiran Konsulat Jendral Jepang sangat penting agar mahasiswa menguasai bahasa Jepang secara lebih komunikatif. Selanjutnya ia mengharap Konsulat Jendral Jepang untuk memberikan bantuan berupa tenaga pengajar bagi mahasiswa. Mahasiswa Pendidikan Bahasa Jepang juga di himbau untuk tidak hanya mendalami bahasa Jepang, untuk merealisasikan program internasionalisasi maka mahasiswa juga dituntut untuk bisa berbahasa Inggris.

Konsulat Jendral Jepang di Denpasar Hirohisa Chiba dalam kuliah umumnya memaparkan sejarah hubungan diplomatik sudah terjalin pada tahun 1958 melalui perjanjian perdamaian dan pampasan perang. Tiap tahun hubungan kerjasama dan persahabatan berkembang dibuktikan dengan hubungan ekonomi, kerjasama ekonomi, hubungan sosial budaya, dan pertukaran pemuda.

Pada November tahun 2009 hubungan kemitraan strategis tidak hanya pada urusan bilateral namun juga pada isu-isu kawasan/internasional. Pada tahun 2018 banyak kegiatan yang dilakukan untuk merayakan ke 60 tahun hubungan Jepang-Indonesia. Seperti Art festival, sumo, bahkan kolaborasi antara pemain music Jepang dan Gus Teja.(ags)

Sumber (Guntur FM)