Menyongsong Akreditasi Internasional, FBS Undiksha Mantapkan Dokumen Pendukung

Singaraja- Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) tengah mempersiapkan akreditasi internasional melalui AQAS atau Agency for Quality Assurance by Accreditation of Study Programs untuk sejumlah program studi. Dua diantaranya terdapat di Fakultas Bahasa dan Seni, yaitu Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang dan Program Studi Pendidikan Bahasa Bali. Menyongsong itu, fakultas dengan tiga jurusan ini terus memantapkan dokumen yang diperlukan melalui diskusi grup terpumpun, Sabtu (25/9/2021).

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Bali Taman, Buleleng ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu Sekretaris Pusat Penjaminan Mutu (PJM) Undiksha, Dr. Made Agus Dharmadi, S.Pd.,M.Pd., Koordinator Divisi Akreditasi internasional PJM Undiksha, Dr. phil. Dessy Seri Wahyuni, S.Kom.,M.Eng., dan konsultan, Dr. rer.nat. Nandi, S.T.,M.Sc., dari Universitas Pendidikan Indonesia. Peserta kegiatan terdiri atas para dosen dari prodi terkait.

Dekan FBS, Prof. Dr. I Made Sutama, M.Pd., menyampaikan dalam rangka menyongsong akreditasi internasional, pihaknya sudah mengikuti proses yang dirancang oleh universitas dan telah dihasilkan dokumen berupa RPS dan modul. Ia menyadari masih ada hal yang perlu dimantapkan. Oleh karena itu dilaksanakan diskusi grup terpumpun untuk mendapatkan masukan dan saran dari para narasumber dengan harapan agar dokumennya semakin sempurna dan semakin siap untuk diajukan. “Saat ini kami ingin memantapkan untuk mendukung gagasan besar Bapak Rektor agar ada prodi yang terakreditasi internasional,” jelasnya.

Selain dokumen, menghadapi akreditasi ini perlu juga didukung dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai, khususnya untuk program studi Pendidikan Bahasa Jepang dan Program Studi Pendidikan Bahasa Bali. Prof. Sutama mendorong para dosen untuk memperhatikan hal tersebut. Bagi yang pendidikannya berkualifikasi magister (S-2), diharapkan dapat segera lanjut ke jenjang doktor. Demikian juga dengan yang sudah doktor untuk mempersiapkan ke guru besar atau profesor dan dari Lektor ke Lektor Kepala. “Kita dorong ini karena SDM sangat diperlukan,” imbuhnya.

Sekretaris PJM Undiksha, Dr. Made Agus Dharmadi, S.Pd.,M.Pd., menilai antusiasme program studi untuk menyongsong akreditasi ini sangat tinggi. Hal tersebut dilihat dari stimulus melalui serangkaian workshop dan adanya dinamika diskusi untuk mencari formula yang terbaik dalam penyusunan self evaluation report (laporan evaluasi diri) maupun data dukungnya. “Hal ini sama dengan akreditasi pada umumnya yang ada di Indonesia atau akreditasi nasional. Ada dokumennya berupa RPS, modul, struktur organisasi dan lainnya. Saya lihat sangat tinggi antusias prodi untuk menyongsong akreditasi internasional ini,” katanya.

Akademisi Fakultas Olahraga dan Kesehatan menambahkan terdapat berbagai kriteria yang harus dipenuhi dalam akreditasi ini yang harus didukung dengan data, seperti kurikulum dan penjaminan mutu. Selain itu juga SDM yang di dalamnya menyangkut kualifikasi pendidikan dan jabatan. Tidak kalah penting lagi, harus didukung dengan sarana prasarana yang memadai. “Kerjasama juga dilakukan dengan baik. Kemudian program dilaksanakan dapat memberikan keuntungan semua pihak. Sehingga akreditasi AQAS ini dapat kita lalui dengan baik,” imbuhnya. Ia berharap kriteria itu dapat dipersiapkan dengan matang oleh program studi, sehingga akreditasi internasional dapat segera terwujud. (hms)